Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

Wonderful Indonesia – Danau toba dan kehidupan didalamnya

Spread the love

Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. – Soe Hok Gie

Tepat sehari setelah sidang skripsi saya berangkat menuju medan dari surabaya. Saat itu yang ada dibenak saya adalah rasa ingin tahu bagaimana kehidupan masyarakat disana. Perjalanan saya kali ini bersifat estafet karena dari surabaya menuju ke bandung setelah itu baru saya berangkat menuju ke medan.

Singkat cerita, sore itu saya melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan tigaraja, tapi sayang sekali karena saya baru tiba di tiga raja malam hari. Penyebrangan saat itu sudah tidak beroperasi, beruntung ketika disana saya mendapatkan penginapan yang sangat murah sekali hanya 50rb dengan jarak 100meter dari pelabuhan tiga raja (di parapat ada banyak penginapan murah).

Journey To The Samosir Island
Pagi sekali saya sudah bersiap menunggu keberangkatan angkutan pertama menuju desa Tuk-Tuk. Setiba di tuk-tuk, saya langsung menyewa “kereta” (sebutan lokal untuk sepeda motor, red). Perlu diketahui bahwa persewaan motor disini pada umumnya sekalian dengan bahan bakarnya karena disini jarang terdapat pom bensin. Terbukti dengan 13km mengendarai motor, saya tidak menemukan satupun pom bensin *shocked.

Tujuan saya pertama kali adalah Parulubalangan, sebuah situs kuno yang namanya jarang sekali disebut. Publikasinya di google pun masih sangat sedikit (hanya ada 1 di google, bahkan Indonesia.travel belum mempublikasikannya). Tempat ini terletak dijalan dibelakang jalan raya utama. Keunikan dari situs ini adalah penggambaran mengenai kehidupan masa lampau dengan bentuk-bentuk patung batu yang terdapat disini. Tanah disitus ini tergolong unik karena bercampur dengan garam, jadi bila kesini anda bisa menyempatkan untuk mencicipin rasa tanahnya :-p

welcome to parulubalangan

Situs batu dengan tanah yang memiliki kandungan garam

 

Perjalanan berlanjut menuju Batu Kursi Raja Siallagan, berbeda dengan destinasi sebelumnya yang tidak perlu membayar tiket masuk, disini anda diharuskan membayar tiket masuk. Terdapat museum dan peralatan-peralatan tradisional disini, serta ada beberapa kerajinan tangan yang bisa anda beli disini. Jangan lewatkan untuk melihat tempat hukuman pancung dan batu kursi karena itu yang menjadi daya tarik tempat ini. Ada banyak guide lokal yang bisa membantu anda berkeliling tempat ini, tentunya tidak gratis 🙂 Disini juga terdapat tempat penjualan ulos (kain batik khas batak) berbagai macam dan anda juga dapat melihat alat tenunnya.

Welcome to Batu Kursi

didepan : batu kursi – dibelakang : tempat pemasungan

 

Tujuan selanjutnya adalah museum huta bolon di daerah simanindo yang cukup jauh. Dengan sabar saya terus memacu motor agar segera sampai dimuseum huta bolon, saat itu museum sedang sepi dan tidak terlalu banyak pengunjung. Museum ini cukup kreatif karena menyediakan panduan dalam berbagai macam bahasa asing (mungkin ada sekitar 8 bahasa). Di hari-hari tertentu museum ini mengadakan atraksi tarian tradisional yang bisa kita nikmati dengan membeli tiket dengan harga yang cukup terjangkau 🙂

Gerbang Museum

 

Setelah itu saya menyempatkan untuk melihat sebuah pulau yang cukup dikenal namanya, yaitu Pulau Tao. Pulau ini adalah salah satu dari 5 pulau yang terdapat di danau toba. Meskipun namanya cukup dikenal tapi sangat disayangkan karena publikasi tentang tempat ini masih sangat minim (bahkan Indonesia.travel belum mempublikasikannya). Untuk menyebrang ke pulau ini kita dapat menggunakan perahu penyebrangan yang berada didermaga simanindo. Karena waktu yang terbatas saya hanya sebatas melihat pulau ini tanpa berkunjung ke dalamnya. Menurut masyarakat sekitar, di pulau ini terdapat camping ground untuk menginap.

Pulau Tao yang menawan

 

Jam sudah menunjukan pukul 14.00 , saya harus memacu motor menuju pasar tomok. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, banyak sekali suku samosir yang pulang dari gereja. Sepanjang perjalanan saya menemui banyak sekali orang yang sedang berjalan, perjalanan jauh dan panas ini cukup membuat saya sedikit letih. Saya duduk ditepian jalan dan beberapa ibu-ibu,anak-anak dan seorang kakek menyapa saya “Hai, darimana?” , “saya dari jawa, jauh dari sini” jawabku, “kita suku samosir suka punya teman dari jawa yang sangat jauh, mari mampir kerumah kami melihat-lihat kehidupan disini”. Saat itu tiba-tiba saya teringat apa yang dikatakan oleh soe hok gie dan teringat sebuah kutipan dari buku Into The Wild “Happiness [is] only real when shared“. Sejenak saya melupakan waktu saya yang terbatas dan mengunjungi kediaman mereka, hasilnya begitu luar biasa, saya melihat keindahan alam yang menyejukkan. Saya berbincang-bincang dengan keluarga itu walaupun tak lama tapi mengesankan. Ketika diperjalanan kembali saya baru teringat bahwa saya lupa menanyakan nama keluarga itu dan desa tempat mereka tinggal, sedih juga tapi biarlah ini menjadi misteri yang indah 🙂

pemandangan dari sebuah desa yang saya kunjungi

 

Pasar Tomok adalah sebuah pasar tradisional yang cukup besar, banyak pakaian dan kerajinan tangan yang dijual disini. Harganya pun relatif murah, saya menyempatkan waktu berkeliling dan melihat-lihat luasnya pasar ini, kebetulan dibagian atas pasar ini adalah tempat diadakannya pertunjukan sigale-gale (sebuah boneka mistis khas samosir), kita hanya perlu mengeluarkan 5000 rupiah untuk melihat pertunjukan ini.

Pasar Tomok

 

Puas berkeliling pasar, saya menutup perjalanan dengan mengunjungi Makam Raja Sidabutar. Sebuah makam yang dikelilingi oleh patung, dan memberi kesan suasana yang tradisional. Makam ini terletak diantara pasar tomok. Untuk kesini anda harus jeli melihat papan penunjuknya , karena penunjuk arah ke makam ini begitu kecil dan tertutup oleh kios-kios.

makam raja sidabutar

 

Tak terasa sudah sore hari, saya sudah harus kembali pulang sekarang. Didalam kapal penyebrangan saya menyempatkan untuk mencipratkan air danau toba ke diri saya. Mitos dari suku samosir yang diceritakan kepada saya adalah “Siapa yang terkena cipratan air danau toba, suatu saat akan kembali lagi mengunjungi danau toba”. Sebuah mitos yang bisa dipercaya ataupun tidak, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selamat tinggal Samosir, suatu saat aku akan mengunjungimu (lagi).

Selamat Tinggal Samosir

Kritik dan Saran
– Sosialisasi mengenai dermaga penyebrangan menuju samosir sangat minim sekali, di situs Indonesia.travel hanya terdapat informasi bahwa menyebrang melalui parapat(kurang spesifik). Alangkah baiknya jika disosialisasikan bahwa menuju samosir bisa melalui dermaga ajibata, dermaga tigaraja dan dermaga tigaras.
– Ada beberapa destinasi wisata yang saya bahas ditulisan ini belum terdapat di Indonesia.travel , informasi ini dapat dijadikan referensi agar dokumentasi pariwisata Indonesia.travel lebih lengkap
– Penunjuk arah menuju makam Raja Sidabutar terlalu kecil , hal ini dapat menyebabkan para wisatawan tersesat jika tidak jeli dalam mengamati papan petunjuk arah yang tertutup kios-kios pasar tomok.

Kesimpulan
Terlepas dari baik-buruknya suatu tempat wisata, secara keseluruhan pulau samosir sudah sangat baik. Ditunjang dari akomodasi yang cukup murah dan nilai historis yang sangat tinggi , pulau samosir cocok untuk dijadikan tujuan para wisatawan. Mungkin hal yang sedikit membingungkan adalah tentang transportasi, tapi tenang saja karena saya telah membuatkan panduan transportasi yang sangat lengkap untuk menuju ke pulau samosir. Berikut tautan yang bisa anda kunjunngi Transportasi ke Pulau Samosir Terlengkap

Referensi :

Jejak Langkah menuju Air Terjun Dua Warna (Sibolangit)


http://surabaya.co.uk/blog/?p=324 (Panduan Transportasi Menuju Pulau Samosir)
http://jalan2.com/city/parapat/pulau-tao/

1 Response
  • Rental Mobil Bandung
    August 7, 2016

    Surya Rental Bandung, jasa Travel / Rental Mobil di Bandung, T : 087821691535, M : +6285 31514 3596 Sewa Mobil Avanza, ELF, Mobil Livina, Innova, KIA Pregio

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by wp-copyrightpro.com